Selasa, 13 April 2010

Kingdom Animalia

PHYLUM PORIFERA

A.    Ciri-ciri

1.      Tubuhnya berpori (ostium).

2.      Tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.

3.      Berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan.

4.      Memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid.

5.      Pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.

6.      porifera mengalami dua bentuk kehidupan, yaitu hidup berenang bebas (polip) dan hidup menetap (sesil).

7.      Porifera belum memiliki organ pencernaan, sistem saraf dan sistem peredaran darah.

 

B.     Reproduksi

1.      Aseksual    : Pembentukan tunas dan gemmule (tunas internal).

2.      Seksual      : Peleburan sel sperma dengan sel ovum, terjadi di luar tubuh porifera.

C.     Klasifikasi

1.      Hexactinellida (Hyalospongiae)                      ( Euplectella.)

a.       Spikula berjumlah enam.

b.      Penyusun rangka tubuhnya berupa silica.

c.       Hidup di air laut dan air tawar.

d.      Saluran air tipe sikonoid.


2.      Demospongiae                       ( Spongia, Hippospongia.

)a.       Rangka penyusun tubuh berupa serabut spongin.

b.      Tipe saluran air leukonoid.

 

3.      Calcarea                        (Sycon, Clathrina, Leucettusa lancifer.) 

a.       Rangka penyusun tubuh berupa kalsium karbonat.

b.      Tipe saluran air askenoid, sikonoid, leukonoid.

 D.    Peranan

1.      Spongia dan Hippospongia bias digunakan sebagai spons mandi dan alat gosok.

2.      Porifera yang sudah mati bias digunakan sebagai hiasan.


PHYLUM COELENTERATA

A.   Ciri-ciri

1.      Memiliki rongga usus untuk pencernaan.

2.      Heterotrof (bakteri dan hewan-hewan kecil).

3.      Hewan diploblastik.

4.      Tubuhnya simetri radial.

5.      Hidup berkoloni.

6.      Hermafrodit.

7.      Hidupnya ada yang menempel di bebatuan (polip) dan melayang di air (medusa).

 

B.   Reproduksi

1.      Aseksual    : Tunas.

2.      Seksual      : Pembentukan gamet.

 

C.   Klasifikasi

1.      Hydrozoa                      Hydra, Obelia, Physalia.

a.       Hidup soliter.

b.      Bentuk polip dan medusa.

 

2.      Scyphozoa                       Cyanen, Aurelia.

a.       Bentuk dominan medusa.

 

3.      Anthozoa                       Tubastrea, Urticina, Turbinaria.

a.       Bentuk polip.

b.      Habitat di laut dangkal.

 

D.   Peranan

1.      Koral/karang merupakan komponen pembentuk ekosistem terumbu karang.

PHYLUM PLATYHELMINTHES

A.    Ciri-ciri

1.      Berukuran microskopis hingga yang panjangnya 20 cm.

2.      Simetris bilateral dengan bentuk pipih.

3.      Tidak memiliki rongga tubuh (selom) sehingga disebut hewan aselomata.

4.      Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, dan usus (tanpa anus).

5.      Tidak memiliki sistem peredaran darah (sirkulasi), sistem respirasi dan eksresi.

6.      Kelompok Platyhelminthes tertentu memiliki sistem saraf tangga tali.

7.      Hermafrodit.

 

B.     Reproduksi

1.      Aseksual    : Membelah diri (fragmentasi).

2.      Seksual      : Menghasilkan gamet.

 

C.     Klasifikasi

1.      Turbellaria (cacing rambut getar)                      Dugesia.

a.       Ukuran tubuh bersilia dengan ukuran 15 – 18 mm.

b.      Memiliki sistem indera berupa sepasang bintik mata serta celah yang disebut aurikel.

c.       Hemafrodit, namun reproduksi seksual tidak dapat dilakukan hanya oleh satu individu.

 

2.      Trematoda (cacing isap)                    Fasciola hepatica (cacing hati).

a.       Memiliki alat pengisap untuk menempel pada tubuh inangnya.

b.      Hidup di dalam hati, usus, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah vertebrata.

c.       Merupakan hewan parasit.

d.      Melapisi permukaan tubuhnya dengan kutikula dan permukaan tubuhnya tidak memiliki silia.

 

3.      Cestoda (cacing pita)                      Taenia saginata, Taenia pisiformis.

a.       Bentuknya pipih panjang seperti pita.

b.      Dilapisi kutikula dan terdiri dari bagian anterior yang disebut skoleks, leher (strobilus), dan rangkaian proglotid.

c.       Bersifat parasit.

d.      Tidak memiliki mulut dan pencernaan (usus).

e.       Proglotid mengandung organ kelamin jantan (testis) dan organ kelamin betina (ovarium).

PHYLUM NEMATHELMINTHES

A.    Ciri-ciri

1.      Ukuran umunya mikroskopis.

2.      Betina berukuran lebih besar daripada jantan.

3.      Dilapisi kutikula untuk melindungi diri.

4.      Memiliki sistem percenaan yang lengkap terdiri dari mulut, faring, usus, dan anus.

5.      Tidak memiliki pembuluh darah.

6.      Tidak memiliki sistem respirasi,

7.      Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu berbeda.

 

B.     Reproduksi

1.      Seksual      : Bersifat Gonokoris.

 

C.     Klasifikasi

1.      Nematoda

a.       Ascaris lumbricoides (cacing perut)

I.          Hidup di dalam usus halus manusia.

II.       Hewan dioseus.

III.    Berkembang biak secara seksual.

IV.    Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan.

 

b.      Oxyuris vermicularis (cacing kremi)

I.          Ukurannya kecil sekitar 10 -15 mm.

II.       Hidup di dalam usus besar manusia.

 

c.       Wuchereria bancrofti (cacing rambut)

I.          Hidupnya di dalam pembuluh limfa.

II.       Menyebabkan penyakit kaki gajah ( elefantiasis ).

III.    Masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk.

 

d.      Trichinella spiralis

I.          Hidup pada otot manusia

II.       Menyebabkan penyakit trikhinosis atau kerusakan otot.

 

2.      Nematophora.

PHYLUM ANNELIDA

A.    Ciri-ciri

1.      Panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m.

2.      Tubuhnya simetris bilateral dan bersegmen menyerupai cincin.

3.      Memiliki segmen.

4.      Antara segmen terdapat sekat yang disebut septa.

5.      Pembuluh darah, sistem ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa.

6.      Rongga tubuh Annelida berisi cairan

7.      Sistem pencernaan annelida lengkap.

8.      Memiliki pembuluh darah.

9.      Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tangga tali.

10.  Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior.

11.  Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia, nefrostom, dan nefrotor.

12.  Hermafrodit dan Gonokoris

 

B.     Reproduksi

1.      Aseksual    : Membelah diri (fragmentasi).

2.      Seksual      : Pembantukan gamet.

                 

C.     Klasifikasi

1.      Polychaeta (cacing berambut banyak)           Sabellastarte indica.

a.       Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus.

b.      memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia setiap segmen tubuhnya.

c.       Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas.

d.      Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin.

2.      Oligochaeta (cacing berambut sedikit)             Pheretima, Tubifex.

a.       Tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen.

b.      Memakan oarganisme hidup yang ada di dalam tanah.

c.       Bermanfaat dalam menggemburkan tanah.

d.      Digunakan untuk bahan kosmetik, obat, dan campuran makan berprotein tinggi bagi hewan ternak.

 

3.      Hirudinea           Haemadipsa, Hirudo.

a.       Tidak memiliki arapodium maupun seta.

b.      Panjang Hirudinea bervariasi dari 1 – 30 cm.

c.       Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing.

d.      Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak.

e.       Hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya.

f.       Hirudinea parasit hidup denga mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput.


Media Cetak

SEJARAH

Koran (dari bahasa Belanda: Krant, dari bahasa Perancis courant) atau surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik.

Pada awalnya, komunikasi antar manusia sangat bergantung pada komunikasi dari mulut ke mulut. Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg.

Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan jurnalisme sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang Timur, Bintang Barat, Java Bode, Medan Prijaji, dan Java Bode terbit.

Pada masa pendudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, koran-koran ini dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Asia Raja, Tjahaja, Sinar Baru, Sinar Matahari, dan Suara Asia.

Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asian Games IV, pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun 1962 inilah Televisi Republik Indonesia muncul dengan teknologi layar hitam putih.

 

 CIRI-CIRI

Media massa tradisional

Media massa tradisional adalah media massa dengan otoritas dan memiliki organisasi yang jelas sebagai media massa dimana terdapat ciri-ciri seperti:

·         Informasi dari lingkungan diseleksi, diterjemahkan dan didistribusikan

·         Media massa menjadi perantara dan mengirim informasinya melalui saluran tertentu.

·         Penerima pesan tidak pasif dan merupakan bagian dari masyarakat dan menyeleksi informasi yang mereka terima.

·         Publisitas, Artinya bahwa surat kabar diperuntukkan umum.

·         Universalitas, memuat aneka berita.

·         Aktualitas.

·         Dapat dikajiulang dan dipelajari, serta disimpan untuk dibaca pada tiap kesempatan.

·         Proses komunikasinya berlangsung satu arah.

·         Interaksi antara sumber berita dan penerima sedikit.

Macam-macam media massa tradisional

·         surat kabar

·         majalah

·         radio

·         televisi

·         film (layar lebar).

 

Media massa modern

Seiring dengan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media massa seperti internet dan telepon selular.

Media massa yang lebih modern ini memiliki ciri-ciri seperti:

·         Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (melalui SMS atau internet misalnya)

·         Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga oleh individual

·         Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu

·         Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam

·         Penerima yang menentukan waktu interaksi


PENGARUH

·         Media memperlihatkan pada pemirsanya bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia, dari sini pemirsa menilai apakah lingkungan mereka sudah layak, atau apakah ia telah memenuhi standar itu - dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa yang pemirsa lihat dari media.

·         Penawaran-penawaran yang dilakukan oleh media bisa jadi mempengaruhi apa yang pemirsanya inginkan, sebagai contoh media mengilustrasikan kehidupan keluarga ideal, dan pemirsanya mulai membandingkan dan membicarakan kehidupan keluarga tersebut, dimana kehidupan keluarga ilustrasi itu terlihat begitu sempurna sehingga kesalahan mereka menjadi menu pembicaraan sehari-hari pemirsanya.

·         Media visual dapat memenuhi kebutuhan pemirsanya akan kepribadian yang lebih baik, pintar, cantik/ tampan, dan kuat. Contohnya anak-anak kecil dengan cepat mengidentifikasikan mereka sebagai penyihir seperti Harry Potter. Mungkin remaja ABG akan meniru gaya bicara idola mereka, meniru cara mereka berpakaian. Sementara untuk orang dewasa mereka mengkomunikasikan gambar yang mereka lihat dengan gambaran yang mereka inginkan untuk mereka secara lebih Halus.

·         Bagi remaja dan kaum muda, mereka tidak hanya berhenti sebagai penonton, pembaca atau pendengar, mereka juga menjadi "penentu", dimana mereka menentukan arah media populer saat mereka berekspresi dan mengemukakan pendapatnya.

 

FUNGSI

·         Fungsi menyiarkan informasi (to inform).

·         Fungsi mendidik (to educate).

·         Fungsi mempengaruhi (to influence).

·         Fungsi pengawasan (surveillance), penyediaan informasi tentang lingkungan.

·         Fungsi penghubungan (correlation), dimana terjadi penyajian pilihan solusi untuk suatu masalah.

·         Fungsi pentransferan budaya (transmission), adanya sosialisasi dan pendidikan.

·         Fungsi hiburan (entertainment)

Senin, 08 Maret 2010

TUMBUHAN (KINGDOM PLANTAE)

LUMUT (BRYOPHYTA)
A. Ciri-ciri :
1. Ukuran makroskopik;
2. Fase :
a. Gametofit : Lumut yang menghasilkan gamet.
b. Sporofit : Lumut yang menghasilkan spora.
3. Gametofit memiliki alat perkembangbiakan yang multiseluler yang disebut gametangium.
4. Gametangium :
a. Gametangium jantan : Anteridium
b. Ganetangium betina : Arkegonium
5. Lumut berumah satu (monoseus) = apabila anteridium dan arkegonium berada pada satu gametofit.
6. Lumut berumah dua (dinoseus) = apabila anteridium dan arkegonium berada pada dua gametofit.
7. Memiliki klorofil.

B. Habitat
1. Organisme fotoautotrof.
2. Melakukan defisi pada bagian-bagian tubuhnya dalam memperoleh air mineral.
3. Tumbuhan kosmopolit.
4. Lebih cocok di daerah lembab dan teduh.

C. Reproduksi
1. Aseksual : Spora
2. Seksual : Peleburan sel jantan dan sel betina.




D. Klasifikasi
1. Lumut Hati (Hepaticopsida) Marchantia Sp, Lunularia Sp.
a. Bentuk thallus/lembaran.
b. Marchantia dan Lunularia bentuk khas berupa gemma cup.
c. Melakukan fragmentasi.

2. Lumut Tanduk (Anthoceratropsida) Anthoceros Sp.
a. Bentuk thallus.
b. Sporofitnya memanjang seperti kapsul.
c. Sel mempunyai satu kloroplas.

3. Lumut Daun (Bryopsida) Polytrichum Sp, Sphagnum.
a. Lumut sejati.
b. Hidupnya berkelompok.



PAKU (PTERIDOPHYTA)
A. Ciri-ciri :
1. Terdiri dari akar, batang dan daun sejati.
2. Generasi Sporofit ukuran lebih besar dan hidupnya lebih lama dari generasi Gametofit.
3. Berupa lembaran, perdu/pohon, dan seperti tanduk rusa.
4. Batang ada yang tumbuh di baawah tanah (rizom) dan ada yang di atas tanah.
5. Memiliki daun yang berukuran kecil (mikrofil) berupa sisik dan daun berukuran besar (makrofil).
6. Ada daun yang mengandung sporangium (fertil/sporofil), tempat proses fotosintesis dan terdapat spora.
7. Ada daun yang tidak mengandung sporangium (steril/tropofil), tempat proses fotosintesis dan terdapat spora.
8. Sporofit yang berupa helaian dan ada yang berupa (strobilus) gabungan beberapa sporofil yang membentuk struktur seperti kerucut pada ujung batang.
9. Gametofit yang berbentuk hati disebut protalus.
10. Gametofit yang memiliki dua alat reproduksi disebut gametofit biseksual.
11. Gametofit yang memiliki anteridium/arkegonium saja disebut gametofit uniseksual.
12. Gametofit biseksual dihasilkan oleh paku homospora (jenis paku yang menghasilkan spora dengan ukuran sama).
13. Gametofit uniseksual dihasilkan oleh paku heterospora (jenis paku yang menghasilkan spora dengan ukuran berbeda).

B. Habitat
1. Tumbuhan fotoautotrof.
2. Ada yang tumbuh mengapung di air, sebagian besar tumbuh di darat, ditemukan di hutan hujan tropis.

C. Reproduksi
1. Aseksual : Spora.
2. Seksual : Peleburan dua sel kelamin.


D. Klasifikasi
1. Paku Purba (Psilopsida) Rhynia, Psilotum
a. Tumbuh di daerah tropis dan subtropis.
b. Sporofitnya ada yang belum memiliki akar dan daun sejati.
c. Sporofitnya menghasilkan satu jenis spora (homospora).
d. Batangnya mengandung klorofil.
e. Tidak mempunyai pembuluh angkut.

2. Paku Kawat (Lycopsida) Selanginella, Lycopodium
a. Tumbuh menempel di pohon dan ada yang tumbuh di atas tanah.
b. Memiliki akar, batang, daun sejati.
c. Sporangium terdiri dari mikrosporangium dan megasporangium.
d. Mikrosporangium menghasilkan mikrospora yang akan tumbuh menjadi gametofit jantan.
e. Megasporangium menghasilkan megaspora yang akan tumbuh menjadi gametofit betina.
f. Gametofit uniseksual pada Selanginella (paku rane).
g. Gametofit biseksual pada Lycopodium (paku kawat).


3. Paku Ekor Kuda (Sphenopsida) Equisetum (paku ekor kuda)
a. Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
b. Batang memiliki ruas di kelilingi daun (sisik daun).
c. Merupakan gametofit biseksual.

4. Paku Sejati (Pteropsida) Azolla pinnata, Platycerum bifurcatum
a. Sebagian besar tumbuh di darat.
b. Batangnya ada yang tumbuh di bawah (rizom) dan ada yang tumbuh di atas.
c. Daun muda yang menggulung (circinnatus).







TUMBUHAN BERBIJI
A. Ciri-ciri :
1. Mempunyai akar, batang, daun, dan bunga.
2. Makroskopis dengan ketinggian bervariasi.
3. Bentuk tubuhnya bervariasi.
4. Mempunyai pembuluh floem dan xilem.

B. Habitat
1. Tumbuhan fotoautotrof.
2. Kebanyakan di darat tapi ada juga yang mengapung di air (teratai).

C. Reroduksi
1. Aseksual : Cangkok, stek.
2. Seksual : Penyerbukan (polinasi) dan pembuahan (fertilisasi).



















D. Klasifikasi
1. Gimnospermae (Biji terbuka) Melinjo, Pakis haji.
a. Bakal biji yang tumbuh pada permukaan megasporafil (daun buah).
b. Habitat semak, perdu (pohon).
c. Akarnya merupakan akar tunggang, batang tumbuhan tegak lurus dan bercabang-cabang.
d. Tidak memiliki bunga yang sesungguhnya.
e. Sporofil terpisah-pisah atau membentuk stabilus jantan dan strobilus betina.
f. Umumnya berkelamin tunggal namun ada juga yang berkelamin dua.
g. Penyerbukan hampir selalu dengan cara anemogami (bantuan angin).

2. Angiospermae (Biji tertutup) Mangga, Rambutan.
a. Bakal biji atau biji yang tertutup oleh daun buah.
b. Mempunyai bunga sejati.
c. Umumnya tumbuhan berupa pohon, perdu, semak, liana dan herba.
d. Dalam reproduksi terjadi pembuahan ganda.




2.1 Monokotil (Berkeping satu) Padi, Jagung, Pisang, Kelapa.
a. Mempunyai biji berkeping satu.
b. Berakar serabut, batangnya dari pangkal sampai ujung hampir sama besarnya. Umumnya tidak bercabang.
c. Akar dan batang tidak berkambium.

2.2 Dikotil (Berkeping dua) Johar, Kacang tanah, Jambu biji.
a. Mempunyai biji jumlah kepingnya dua.
b. Berakar tunggang, batang dari pangkal besar makin ke atas makin kecil.
c. Batang bercabang, akar dan batang berkambium.

Perbedaan Monokotil dan Dikotil
Perbedaan Monokotil Dikotil
Bentuk akar Akar serabut Akar tunggang
Bentuk pola tulang daun Melengkung atau sejajar Menyirip atau menjari
Jumlah keping biji/kotiledon Satu buah keping biji Dua buah keping biji
Kandungan akar dan batang Tidak terdapat kambium Ada kambium

Jumlah kelopak bunga Umumnya kelipatan tiga Biasanya kelipatan empat/lima


Daftar pustaka

http://id.wikipedia.org/wiki/Tumbuhan_berbiji

http://materi-pelajaran.blogspot.com/2008/03/spermatophyta-tumbuhan-berbiji.html

http://organisasi.org/ciri_ciri_dan_perbedaan_tumbuhan_pohon_monokotil_dan_dikotil_biji_berkeping_satu_dan_dua_ilmu_sains_biologi

http://biologi-suwoto-banjarnegara.blogspot.com/2008/07/tumbuhan-berbiji.html

Kamis, 28 Januari 2010

Hasad, Iri Hati Menghancurkan Amal

BAB 1

HASAD

 

1.1    Pengertian Hasad

Hasad mempunyai pengertian secara bahasa berarti dengki, benci. Sedangkan meurut istilah Hasad adalah sifat tidak senang kepada orang lain yang mendapat kenikmatan sehingga timbul perbuatan jahat agar kenikmatan yang diperoleh seseorang itu hilang atau pindah kepada dirinya.

       Hasad merupakan salah satu sifat yang dibenci oleh ALLAH SWT dan dapat merusak/menghancurkan agama, seperti pada hadist berikut            :

” Telah masuk ke dalam tubuhmu penyakit-penyakit umat dahulu, (yaitu) benci dan dengki. Itulah yang membinasakan agama, bukan dengki mencukur rambut.” (H.R. Abu Daud dan Tirmidzi)

 

1.2    Penyebab Timbulnya Sifat Hasad

·       Permusuhan dan Kebencian.

·       Sombong dan Ujub.

·       Cinta Jabatan dan Gila Hormat.

·       Jiwa Yang Buruk dan Bakhil

 

1.3  Akibat Memiliki Sifat Hasad

·       Kesedihan yang berkepanjangan.

·       Memuculkan sifat dan sikap yang hina.

·       Tidak disenangi orang banyak.

·        Musibah yang tak pernah mendatangkan pahala.

·        Celaan yang tidak mendatang kan pujian.

·       Menghilangkan semua amal baik yang dilakukan.

·       Dimurkai oleh ALLAH subhanahu wata’ala.

·       Ditutupnya pintu taufik, kita berlindung kepada ALLAH subhanahu wata’ala dari ini semua.

 

 

BAB 2

IRI HATI

 

2.1  Pengertian Iri Hati

Iri hati adalah suatu sifat yang tidak senang akan rejeki dan nikmat yang didapat oleh orang lain dan cenderung berusaha untuk menyainginya. Iri hati yang diperbolehkan dalam ajaran islam adalah iri dalam hal berbuat kebajikan, seperti iri untuk menjadi pintar agar dapat menyebarkan ilmunya di kemudian hari. Atau iri untuk membelanjakan harta di jalan kebenaran.

 

2.2   Akibat Iri Hati

·       Hidupnya tidak akan tenang.

·       Tidak akan disenangi bahkan akan dibenci masyarakat.

·       Jauh dari ALLAH SWT.

·       Tidak pernah bersyukur atas apa yang diperoleh.

·       Tidak bisa berkonsentrasi dalam hidup, karena selalu memikirkan orang lain.

·       Menghancurkan amal yang telah dilakukan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3

MENJAUHI SIFAT HASAD DAN IRI HATI

 

3.1  Hadist

Sabda Rasulullah SAW :

“ Janganlah kamu saling mendengki, saling memutuskan hubungan, saling benci membenci, dan saling belakang membelakangi yang tetapi jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara, sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu.”

Rasulullah SAW bersabda :

”Sesungguhnya hasad dengki itu memakan kebaikan sepertimana api memakan kayu bakar.”

 

3.2 Cara Mengindari Sifat Hasad dan Iri

·        Ikhlaskan hati (memurnikan tujuan hanya karena Allah subhanahu wata’ala).

·        Ridha terhadap segala ketetapan Allah subhanahu wata’ala dan memenuhi hati dengannya.

·        Membaca al-Qur'an dan mentadabburi isi kandungannya.

·        Mengingat hisab dan adzab.

·        Berdoa agar terhindar darinya.

·        Shadaqah, karena shadaqah dapat memadamkan permusuhan.

·        Ingat bahwa dia adalah saudara Islam, sehingga tak layak untuk dibenci.

·        Menyebarkan salam

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Aminuddin, Muhammad Suyono, HS, dan Slamet Abidin, 2003, Pendidikan Agama Islam SLTP Kelas 1, Bumi Aksara.

Aditya Nagara, 2002, Kamus Praktis Bahasa Indonesia Baku-Terpadu, Bintang Usaha Jaya, Surabaya.

 

Website

http://mimbarjumat.com/archives/711

http://www.kajianislam.net/modules/smartsection/makepdf.php?itemid=269

http://organisasi.org/macam_jenis_penyakit_hati_sifat_buruk_iri_hati_dengki_hasut_fitnah_buruk_sangka_dan_khianat_definisi_pengertian

http://health.dir.groups.yahoo.com/group/dokter_umum/message/14431

http://cafepojok.com/forum/archive/index.php/t-28544.html