Sabtu, 08 September 2012

Arti Politik


Definisi politik menurut Joyce Mitchell dalam bukunya yang berjudul Political Analysis and Public Policy menyebutkan bahwa politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijaksanaan umum untuk masyarakat seluruhnya. (Politics is collective decision making or the making of public policies for an entire society). Dalam pernyataan tersebut dapat kita bahwa Joyce Mitchell menjelaskan bahwa politik adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh orang atau organisasi yang bekerjasama dalam membuat atau menentukan kebijakan berupa peraturan maupun keputusan yang pada tujuan akhirnya akan sangat menguntungkan bagi para pembuat kebijakan maupun mereka yang dikenai dan yang melaksanakan kebijakan tersebut.
Dari pernyataan Joyce Mitchell diatas juga dapat kita ketahui bahwa kegiatan politik dilakukan oleh lebih dari satu orang, karena politik merupakan kegiatan yang bersifat bersifat dilakukan secara bersamaan (kolektif) untuk menentukan kebijakan, dan hasil yang berupa kebijakan tersebutpun bersifat umum yang artinya mengikat kepada seluruh masyarakat untuk patuh terhadap kebijakan yang telah dibuat, tidak terlepas juga kepada para pembuat kebijakan harus ikut serta dalam pelaksanaan dan keberlangsungan kebijakan sehingga tujuan utama kebijakan yaitu untuk mensejahterakan masyarakat dapat tercapai.
Sedangkan menurut Karl W. Duetsch dalam bukunya yang berjudul Politics and Government: How People Decide Their Fate menyebutkan bahwa politik adalah pengambilan keputusan memalui sarana umum. (Politics is the making of decision by public means). Definisi yang disebutkan Karl tidak berbeda jauh dengan definisi yang diungkapkan oleh Joyce, disini Karl lebih menekankan kepada pelaku politiknya.
Sarana umum yang dimaksud dalam definisi tentang politik oleh Karl dalam bukunya adalah mengenai tindakan yang bersifat umum atau memiliki nilai-nilai yang berlaku di masyarakat umum. Dalam kehidupan sarana umum dalam berpolitik dapat juga berupa partai politik, dimana partai politik adalah kumpulan orang-orang yang memiliki biasanya kepentingan tertentu yang sama dan membuat suatu wadah perkumpulan untuk mewujudkan tujuan bersamanya. Partai politik dapat disebut sarana umum karena partai politik merupakan salah satu wadah untuk masyarakat menyampaikan aspirasinya terhadap keadaan yang terjadi kepada pemerintah pusat.
Selain partai politik, dalam kehidupan sehari-hari terdapat berbagai lembaga yang melakukan kegiatan politik. Seperti yang kita tahu dari definisi Joyce bahwa politik adalah bertujuan membuat kebijaksanaan umum, sehingga lembaga yang melakukan kegiatan dibidang sosial maupun yang lainnya dapat kita kategorikan dalam sarana umum dalam berpolitik, karena lembaga-lembaga tersebut telah melakukan suatu kegiatan suatu pembuatan keputusan untuk mewujudkan tujuannya yang berpengaruh terhadap masyarakat umum.
Dari kedua ahli yang disebut diatas, dapat kita ketahui bahwa Joyce mendefinisikan politik sebagai proses pembuatan keputusan untuk masyarakat umum. Sedangkan Karl mendefinisikan bahwa proses pengambilan keputusan dilakukan melalui saran umum.
Sehingga jika dapat disimpulkan kembali dari kedua definisi yang dikemukan oleh kedua ahli diatas kita akan mendapatkan bahwa politik adalah sebuah pengambilan keputusan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga masyarakat (sarana umum) untuk menghasilkan sebuah keputusan bersama atau kebijakan yang berlaku secara umum.


Ilmu Ekonomi dalam Hubungan Internasional


Mengapa Kita Perlu Mempelajari Ilmu Ekonomi Dalam Program Studi Ilmu Hubungan Internasional?
                Seperti dapat kita ketahui bahwa program studi hubungan internasional adalah program studi yang tidak hanya membahas tentang bagaimana suatu negara melakukan kerjasama dengan negara lainnya, melainkan program studi hubungan internasional adalah program studi yang membahas segala aspek sosial masyarakat dari mulai politik, sosial, ekonomi, budaya, lingkungan hidup dan segala aspek lainnya yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia sehari-hari.
                Sedangkan ilmu ekonomi adalah ilmu sosial yang membahas tentang cara masyarakat memanfaatkan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhannya saat ini dan kebutuhannya dimasa yang akan datang.
                Mengapa ilmu ekonomi sangat perlu untuk dipelajari karena ilmu ini akan mengantarkan masyarakat untuk mulai memahami permasalahan yang ada disekitarnya. Aspek ekonomi begitu sangat berpengaruh terhadap kehidupan karena manusia tidak dapat terlepas dari kebutuhan-kebutuhan untuk menyambung hidupnya.
                Kebutuhan itu tidak terlepas dari sifat manusia yang pada jaman sekarang sudah menuju kepada sifat yang konsumerisme, artinya manusia sekarang menjadi lebih konsumtif. Hal ini menyebabkan suatu permasalahan baru dalam kehidupan manusia yaitu kelangkaan.
                Kelangkaan terjadi ketika sumber daya atau alat pemuas kebutuhan manusia yang terbatas tidak dapat memenuhi semua kebutuhan manusia yang jumlahnya tidak terbatas, sehingga tidak semua kebutuhan manusia dapat terpenuhi.
                Permasalahan diataslah yang menjadikan dasar penting untuk mempelajari ilmu ekonomi agar kebutuhan manusia dapat terpenuhi walaupun sumber dayanya terbatas. Salah satu caranya adalah dengan menggantikan sumber daya dengan barang substitusi. Barang substitusi disini artinya adalah suatu barang yang dapat menggantikan fungsi dari suatu barang lainnya.
                Contoh permasalahannya adalah ketika terjadi kekeringan panjang di suatu daerah yang menyebabkan para petani padi di daerah tersebut mengalami gagal panen, dengan terjadinya gagal panen padi menyebabkan kelangkaan beras untuk dikonsumsi. Barang substitusi sangat bermanfaat dalam mengatasi permasalahan tersebut. Kelangkaan akan teratasi dengan cara petani mengganti padi dengan menanam singkong selama musim kemarau berlangsung. Dengan begitu kelangkaan beras yang terjadi dipasaran dapat teratasi dan masyarakat memiliki alternatif lain dengan membeli singkong sebagai bahan makanan pokok selama beras masih mengalami kelangkaan di pasar.
                Selain masalah kelangkaan, masalah kekurangan lowongan kerjapun menjadi salah satu permasalahan ekonomi yang saat ini dapat jelas terasa. Dengan sedikitnya lowongan pekerjaan menyebabkan banyak masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan, dengan tidak memiliki pekerjaan masyarakat menjadi tidak memiliki penghasilan, karena penghasilan tidak dimiliki masyarakatpun tidak dapat memenuhi kebutuhannya.
                Ilmu ekonomi sangat membantu masyarakat untuk menghadapi permasalahan seperti ini, dalam ekonomi kita akan menemukan sebuah hal yang disebut barang. Barang disini memiliki pengertian segala sesuatu yang dapat memuaskan kebutuhan manusia. Barang dibagi menjadi dua, ada yang disebut barang tangible (kongkrit) atau yang biasa kita sebut sebagai barang dan ada juga barang intangible (abstrak) yang biasa disebut jasa.
                Dengan mengetahui hal diatas dapat memacu masyarakat untuk berfikir lebih kreatif, sehingga walaupun lowongan pekerjaan pada saat ini sangat sulit untuk didapatkan tetapi masyarakat bisa mendapatkan penghasilan dengan cara membuat suatu barang produksi baru, baik berupa barang ataupun berupa jasa. Sehingga yang tadinya masyarakat sibuk mencari pekerjaan menjadi lebih bermanfaat karena masyarakat dapat membantu dengan membuat lapangan pekerjaan.
                Ilmu ekonomi membuat masyarakat menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas, karena ilmu ekonomi membuat masyarakat lebih berfikir kreatif dalam menghadapi masalah perekonomian yang terjadi maupun yang akan terjadi.
                Seperti yang disebutkan di awal paragraf tadi bahwa ilmu ekonomi merupakan salah satu aspek dalam program studi hubungan internasional. Dalam hubungan internasional permasalahan perekonomian yang dihadapi bukan hanya yang terjadi dalam wilayah lingkungan sendiri tetapi lebih luas lagi karena mencakup semua permasalahan ekonomi yang terjadi di dunia. Seperti mengapa pada saat ini terjadi krisis ekonomi di eropa, mengapa krisis di amerika serikat dapat berdampak padahal negara-negara lain, dan masih banyak lagi.
                Dengan mempelajari ilmu ekonomi dalam hubungan internasional kita dapat menghadapi permasalahan ekonomi dunia dan dengan segera mencari alternatif cara untuk mengatasinya sehingga tidak terlalu berdampak buruk terhadap negara kita sendiri.
                Selain itu, tidak semua negara memiliki kebutuhan yang sama. Seperti ketika Belanda melarang perdagangan internasional antara Indonesia dengan negara lain. Pada saat itu terjadi kelangkaan obat-obatan dan bahan makanan di Indonesia, maka Indonesia secara diam-diam melakukan pertukaran obat-obatan dan bahan makanan dengan bahan pakaian dengan negara India. Kejadian diatas merupakan contoh dari sistem barter (penukaran) yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Ilmu ekonomi berupa barterlah yang digunakan pihak Indonesia dalam memenuhi kebutuhannya, dan ini telah memberi contoh mengapa ilmu ekonomi penting untuk dipelajari dalam program studi hubungan internasional.
                Kita tahu bahwa program studi hubungan internasional banyak menghasilkan diplomat ataupun orang yang berkerja di perusahaan mutinasional, maka dari itu ilmu ekonomi sangat penting untuk dipelajari dalam program studi ini. Bayangkan saja apabila ada lulusan hubungan internasional yang menjadi duta besar Indonesia dan mendapatkan tugas untuk menjadi perwakilan presiden republik Indonesia dalam membicarakan hubungan kerjasama antara Indonesia dengan negara Prancis, sedangkan duta besar itu tidak ahli dalam bidang ekonomi karena pada saat dia kuliah di program studi hubungan internasional dia tidak mempelajari tentang ilmu ekonomi, bisa-bisa hubungan kerjasama ekonomi mungkin saja terjadi namun akan merugikan negara Indonesia.
                Maka dari itu ilmu ekonomi sangat penting untuk dipelajari dalam program studi hubungan internasional agar kedepannya lulusan dari program studi ini dapat ikut berpartisipasi memberikan solusi khususnya negaranya sendiri dalam menghadapi permasalahan ekonomi dunia yang terjadi ataupun yang akan terjadi, karena bagaimanapun kegiatan ekonomi adalah salah satu aspek dalam kegiatan hubungan internasional suatu negara.

Selasa, 13 April 2010

Kingdom Animalia

PHYLUM PORIFERA

A.    Ciri-ciri

1.      Tubuhnya berpori (ostium).

2.      Tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.

3.      Berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan.

4.      Memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid.

5.      Pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.

6.      porifera mengalami dua bentuk kehidupan, yaitu hidup berenang bebas (polip) dan hidup menetap (sesil).

7.      Porifera belum memiliki organ pencernaan, sistem saraf dan sistem peredaran darah.

 

B.     Reproduksi

1.      Aseksual    : Pembentukan tunas dan gemmule (tunas internal).

2.      Seksual      : Peleburan sel sperma dengan sel ovum, terjadi di luar tubuh porifera.

C.     Klasifikasi

1.      Hexactinellida (Hyalospongiae)                      ( Euplectella.)

a.       Spikula berjumlah enam.

b.      Penyusun rangka tubuhnya berupa silica.

c.       Hidup di air laut dan air tawar.

d.      Saluran air tipe sikonoid.


2.      Demospongiae                       ( Spongia, Hippospongia.

)a.       Rangka penyusun tubuh berupa serabut spongin.

b.      Tipe saluran air leukonoid.

 

3.      Calcarea                        (Sycon, Clathrina, Leucettusa lancifer.) 

a.       Rangka penyusun tubuh berupa kalsium karbonat.

b.      Tipe saluran air askenoid, sikonoid, leukonoid.

 D.    Peranan

1.      Spongia dan Hippospongia bias digunakan sebagai spons mandi dan alat gosok.

2.      Porifera yang sudah mati bias digunakan sebagai hiasan.


PHYLUM COELENTERATA

A.   Ciri-ciri

1.      Memiliki rongga usus untuk pencernaan.

2.      Heterotrof (bakteri dan hewan-hewan kecil).

3.      Hewan diploblastik.

4.      Tubuhnya simetri radial.

5.      Hidup berkoloni.

6.      Hermafrodit.

7.      Hidupnya ada yang menempel di bebatuan (polip) dan melayang di air (medusa).

 

B.   Reproduksi

1.      Aseksual    : Tunas.

2.      Seksual      : Pembentukan gamet.

 

C.   Klasifikasi

1.      Hydrozoa                      Hydra, Obelia, Physalia.

a.       Hidup soliter.

b.      Bentuk polip dan medusa.

 

2.      Scyphozoa                       Cyanen, Aurelia.

a.       Bentuk dominan medusa.

 

3.      Anthozoa                       Tubastrea, Urticina, Turbinaria.

a.       Bentuk polip.

b.      Habitat di laut dangkal.

 

D.   Peranan

1.      Koral/karang merupakan komponen pembentuk ekosistem terumbu karang.

PHYLUM PLATYHELMINTHES

A.    Ciri-ciri

1.      Berukuran microskopis hingga yang panjangnya 20 cm.

2.      Simetris bilateral dengan bentuk pipih.

3.      Tidak memiliki rongga tubuh (selom) sehingga disebut hewan aselomata.

4.      Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, dan usus (tanpa anus).

5.      Tidak memiliki sistem peredaran darah (sirkulasi), sistem respirasi dan eksresi.

6.      Kelompok Platyhelminthes tertentu memiliki sistem saraf tangga tali.

7.      Hermafrodit.

 

B.     Reproduksi

1.      Aseksual    : Membelah diri (fragmentasi).

2.      Seksual      : Menghasilkan gamet.

 

C.     Klasifikasi

1.      Turbellaria (cacing rambut getar)                      Dugesia.

a.       Ukuran tubuh bersilia dengan ukuran 15 – 18 mm.

b.      Memiliki sistem indera berupa sepasang bintik mata serta celah yang disebut aurikel.

c.       Hemafrodit, namun reproduksi seksual tidak dapat dilakukan hanya oleh satu individu.

 

2.      Trematoda (cacing isap)                    Fasciola hepatica (cacing hati).

a.       Memiliki alat pengisap untuk menempel pada tubuh inangnya.

b.      Hidup di dalam hati, usus, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah vertebrata.

c.       Merupakan hewan parasit.

d.      Melapisi permukaan tubuhnya dengan kutikula dan permukaan tubuhnya tidak memiliki silia.

 

3.      Cestoda (cacing pita)                      Taenia saginata, Taenia pisiformis.

a.       Bentuknya pipih panjang seperti pita.

b.      Dilapisi kutikula dan terdiri dari bagian anterior yang disebut skoleks, leher (strobilus), dan rangkaian proglotid.

c.       Bersifat parasit.

d.      Tidak memiliki mulut dan pencernaan (usus).

e.       Proglotid mengandung organ kelamin jantan (testis) dan organ kelamin betina (ovarium).

PHYLUM NEMATHELMINTHES

A.    Ciri-ciri

1.      Ukuran umunya mikroskopis.

2.      Betina berukuran lebih besar daripada jantan.

3.      Dilapisi kutikula untuk melindungi diri.

4.      Memiliki sistem percenaan yang lengkap terdiri dari mulut, faring, usus, dan anus.

5.      Tidak memiliki pembuluh darah.

6.      Tidak memiliki sistem respirasi,

7.      Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam individu berbeda.

 

B.     Reproduksi

1.      Seksual      : Bersifat Gonokoris.

 

C.     Klasifikasi

1.      Nematoda

a.       Ascaris lumbricoides (cacing perut)

I.          Hidup di dalam usus halus manusia.

II.       Hewan dioseus.

III.    Berkembang biak secara seksual.

IV.    Infeksi cacing ini menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan.

 

b.      Oxyuris vermicularis (cacing kremi)

I.          Ukurannya kecil sekitar 10 -15 mm.

II.       Hidup di dalam usus besar manusia.

 

c.       Wuchereria bancrofti (cacing rambut)

I.          Hidupnya di dalam pembuluh limfa.

II.       Menyebabkan penyakit kaki gajah ( elefantiasis ).

III.    Masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk.

 

d.      Trichinella spiralis

I.          Hidup pada otot manusia

II.       Menyebabkan penyakit trikhinosis atau kerusakan otot.

 

2.      Nematophora.

PHYLUM ANNELIDA

A.    Ciri-ciri

1.      Panjang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m.

2.      Tubuhnya simetris bilateral dan bersegmen menyerupai cincin.

3.      Memiliki segmen.

4.      Antara segmen terdapat sekat yang disebut septa.

5.      Pembuluh darah, sistem ekskresi, dan sistem saraf di antara satu segmen dengan segmen lainnya saling berhubungan menembus septa.

6.      Rongga tubuh Annelida berisi cairan

7.      Sistem pencernaan annelida lengkap.

8.      Memiliki pembuluh darah.

9.      Sistem saraf annelida adalah sistem saraf tangga tali.

10.  Ganglia otak terletak di depan faring pada anterior.

11.  Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari nefridia, nefrostom, dan nefrotor.

12.  Hermafrodit dan Gonokoris

 

B.     Reproduksi

1.      Aseksual    : Membelah diri (fragmentasi).

2.      Seksual      : Pembantukan gamet.

                 

C.     Klasifikasi

1.      Polychaeta (cacing berambut banyak)           Sabellastarte indica.

a.       Tubuh Polychaeta dibedakan menjadi daerah kepala (prostomium) dengan mata, antena, dan sensor palpus.

b.      memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia setiap segmen tubuhnya.

c.       Fungsi parapodia adalah sebagai alat gerak dan mengandung pembuluh darah halus sehingga dapat berfungsi juga seperti insang untuk bernapas.

d.      Setiap parapodium memiliki rambut kaku yang disebut seta yang tersusun dari kitin.

2.      Oligochaeta (cacing berambut sedikit)             Pheretima, Tubifex.

a.       Tidak memiliki parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen.

b.      Memakan oarganisme hidup yang ada di dalam tanah.

c.       Bermanfaat dalam menggemburkan tanah.

d.      Digunakan untuk bahan kosmetik, obat, dan campuran makan berprotein tinggi bagi hewan ternak.

 

3.      Hirudinea           Haemadipsa, Hirudo.

a.       Tidak memiliki arapodium maupun seta.

b.      Panjang Hirudinea bervariasi dari 1 – 30 cm.

c.       Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing.

d.      Pada anterior dan posterior terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel dan bergerak.

e.       Hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya.

f.       Hirudinea parasit hidup denga mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput.


Media Cetak

SEJARAH

Koran (dari bahasa Belanda: Krant, dari bahasa Perancis courant) atau surat kabar adalah suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik.

Pada awalnya, komunikasi antar manusia sangat bergantung pada komunikasi dari mulut ke mulut. Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg.

Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan jurnalisme sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah Bintang Timur, Bintang Barat, Java Bode, Medan Prijaji, dan Java Bode terbit.

Pada masa pendudukan Jepang mengambil alih kekuasaan, koran-koran ini dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit: Asia Raja, Tjahaja, Sinar Baru, Sinar Matahari, dan Suara Asia.

Pemerintah Indonesia menggunakan Radio Republik Indonesia sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan Asian Games IV, pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun 1962 inilah Televisi Republik Indonesia muncul dengan teknologi layar hitam putih.

 

 CIRI-CIRI

Media massa tradisional

Media massa tradisional adalah media massa dengan otoritas dan memiliki organisasi yang jelas sebagai media massa dimana terdapat ciri-ciri seperti:

·         Informasi dari lingkungan diseleksi, diterjemahkan dan didistribusikan

·         Media massa menjadi perantara dan mengirim informasinya melalui saluran tertentu.

·         Penerima pesan tidak pasif dan merupakan bagian dari masyarakat dan menyeleksi informasi yang mereka terima.

·         Publisitas, Artinya bahwa surat kabar diperuntukkan umum.

·         Universalitas, memuat aneka berita.

·         Aktualitas.

·         Dapat dikajiulang dan dipelajari, serta disimpan untuk dibaca pada tiap kesempatan.

·         Proses komunikasinya berlangsung satu arah.

·         Interaksi antara sumber berita dan penerima sedikit.

Macam-macam media massa tradisional

·         surat kabar

·         majalah

·         radio

·         televisi

·         film (layar lebar).

 

Media massa modern

Seiring dengan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media massa seperti internet dan telepon selular.

Media massa yang lebih modern ini memiliki ciri-ciri seperti:

·         Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (melalui SMS atau internet misalnya)

·         Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga oleh individual

·         Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu

·         Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam

·         Penerima yang menentukan waktu interaksi


PENGARUH

·         Media memperlihatkan pada pemirsanya bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia, dari sini pemirsa menilai apakah lingkungan mereka sudah layak, atau apakah ia telah memenuhi standar itu - dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa yang pemirsa lihat dari media.

·         Penawaran-penawaran yang dilakukan oleh media bisa jadi mempengaruhi apa yang pemirsanya inginkan, sebagai contoh media mengilustrasikan kehidupan keluarga ideal, dan pemirsanya mulai membandingkan dan membicarakan kehidupan keluarga tersebut, dimana kehidupan keluarga ilustrasi itu terlihat begitu sempurna sehingga kesalahan mereka menjadi menu pembicaraan sehari-hari pemirsanya.

·         Media visual dapat memenuhi kebutuhan pemirsanya akan kepribadian yang lebih baik, pintar, cantik/ tampan, dan kuat. Contohnya anak-anak kecil dengan cepat mengidentifikasikan mereka sebagai penyihir seperti Harry Potter. Mungkin remaja ABG akan meniru gaya bicara idola mereka, meniru cara mereka berpakaian. Sementara untuk orang dewasa mereka mengkomunikasikan gambar yang mereka lihat dengan gambaran yang mereka inginkan untuk mereka secara lebih Halus.

·         Bagi remaja dan kaum muda, mereka tidak hanya berhenti sebagai penonton, pembaca atau pendengar, mereka juga menjadi "penentu", dimana mereka menentukan arah media populer saat mereka berekspresi dan mengemukakan pendapatnya.

 

FUNGSI

·         Fungsi menyiarkan informasi (to inform).

·         Fungsi mendidik (to educate).

·         Fungsi mempengaruhi (to influence).

·         Fungsi pengawasan (surveillance), penyediaan informasi tentang lingkungan.

·         Fungsi penghubungan (correlation), dimana terjadi penyajian pilihan solusi untuk suatu masalah.

·         Fungsi pentransferan budaya (transmission), adanya sosialisasi dan pendidikan.

·         Fungsi hiburan (entertainment)